Teknologi inovatif pertama yang memperkuat ketahanan energi minyak Indonesia di masa depan

  • Kami mengoperasikan proyek Banyu Urip, salah satu lapangan minyak utama di Indonesia, yang berkontribusi hampir sepertiga dari total produksi minyak nasional.
  • Kami memanfaatkan teknologi Dynamic Matrix Control guna memastikan produksi minyak Indonesia tetap konsisten dan berkualitas tinggi.
  • Teknologi ini melengkapi berbagai inovasi lainnya yang membantu mengoptimalkan perolehan minyak dari bawah tanah dan meningkatkan produksi secara keseluruhan.

Navigasi ke:

Kami memastikan kualitas produksi di Banyu Urip, salah satu lapangan minyak utama Indonesia, melalui penerapan teknologi inovatif untuk mengoptimalkan setiap tetes energi yang dibutuhkan negeri ini secara efisien.

Sebagai lapangan produksi utama di Blok Cepu, Banyu Urip berkontribusi hampir sepertiga dari total produksi minyak nasional. Sejak mulai beroperasi pada 2009, lapangan ini telah menghasilkan lebih dari 700 juta barel minyak – hampir dua kali lipat dari target awal sebesar 450 juta barel – dan telah memberikan kontribusi lebih dari US$37 miliar, atau sekitar Rp623 triliun, bagi perekonomian Indonesia.

Setelah hampir 17 tahun memproduksi minyak bagi Indonesia, potensi produksi alami Banyu Urip secara bertahap mulai menurun seiring bertambahnya usia lapangan. Untuk membantu menjaga pasokan energi nasional, kami terus menerapkan berbagai teknologi dan inovasi guna memperpanjang masa produktif Banyu Urip.

empleados en una sala de control
Operator di ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) memantau kinerja produksi secara real time di lapangan Banyu Urip.

Sebagai bagian dari peningkatan ini, kami telah menerapkan Dynamic Matrix Control (DMC) sebagai teknologi utama dalam mendukung operasi yang aman, efisien, dan memaksimalkan produksi.

Setiap barel minyak yang diproses di Central Processing Facility (CPF) mengandung campuran minyak, gas, dan air. Seiring perubahan kondisi operasi, operator perlu terus memantau dan menyesuaikan proses agar produksi tetap berjalan optimal. Ketika komposisi campuran tersebut mendekati batas operasional tertentu, sistem akan mengeluarkan alarm dan operator harus melakukan penyesuaian secara manual. Proses ini dapat membatasi kemampuan fasilitas untuk merespons perubahan dengan cepat, sehingga peluang untuk mengoptimalkan produksi tidak selalu dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Dynamic Matrix Control (DMC) membantu mengatasi tantangan tersebut dengan memprediksi bagaimana proses akan merespons perubahan kondisi sebelum alarm muncul. Beroperasi secara otomatis selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, DMC dapat mengantisipasi penyesuaian yang diperlukan lebih awal sehingga membantu operator mengambil keputusan yang tepat pada waktu yang tepat.

Menggunakan data real-time dan analisis lanjutan untuk memprediksi perilaku proses, DMC membantu menjaga proses produksi tetap berada pada kondisi terbaiknya melalui penyesuaian parameter operasi secara otomatis. Pendekatan ini meningkatkan stabilitas produksi, mengurangi variasi proses, serta membantu mengoptimalkan pengelolaan minyak, gas, dan air, sehingga operasi dapat berjalan lebih aman dan efisien.

Cara kerja Dynamic Matrix Control (0:42).

Implementasi Dynamic Matrix Control (DMC) ini menjadi yang pertama dalam skala penuh di sektor hulu minyak dan gas Indonesia. Pencapaian tersebut ditopang oleh keunggulan ExxonMobil yang memiliki skala dan integrasi global ExxonMobil yang menggabungkan pengalaman puluhan tahun dari berbagai negara, standar teknologi yang terintegrasi, dan keahlian teknis kelas dunia. Kombinasi inilah yang memungkinkan kami menghadirkan solusi inovatif untuk mengoptimalkan produksi di Banyu Urip.

DMC hanyalah salah satu dari berbagai teknologi yang kami terapkan untuk membantu memaksimalkan produksi dari Banyu Urip. Sebelumnya, kami juga telah menerapkan Low Acid Dosage (LDA) dan Gas Shut Off (GSO) untuk meningkatkan perolehan minyak.

LDA dilakukan dengan menyuntikkan cairan dalam jumlah kecil ke dalam batuan untuk membantu memperbaiki jalur aliran minyak, sementara GSO berfungsi menghambat masuknya gas dan air yang tidak diinginkan ke dalam sumur, sehingga yang terutama diperoleh adalah minyak.

Melalui berbagai inovasi teknologi ini, kami terus berupaya menjaga produktivitas Banyu Urip dan memperpanjang umur operasinya. Teknologi-teknologi tersebut membantu mengatasi tantangan yang lazim dihadapi lapangan yang telah lama berproduksi, sekaligus mendukung pasokan energi domestik yang andal bagi Indonesia, baik saat ini maupun di masa depan.