Seimbang tidak harus sempurna: Ayu, insinyur ExxonMobil , berbagi tips untuk para ibu terkait STEM

  • Jangan pernah berhenti belajar. STEM bukan soal tahu segalanya, tapi semangat untuk terus belajar dan memahami.
  • Jangan ragu bertanya dan meminta bantuan, terutama dari rekan yang memiliki peran serupa.
  • Pastikan Anda dikelilingi oleh orang yang membantu Anda berkembang.

Navigasi ke:

Setelah lulus dari kuliah, Ratih Ayu Novitasari bergabung dengan ExxonMobil Indonesia sebagai seorang insinyur. Seiring waktu, ia terus mengembangkan diri, termasuk mencoba peran di bidang perencanaan yang membuka perspektif baru dan memperdalam pemahamannya tentang bisnis. Kini, setelah 13 tahun berkarier, ia memimpin tim insinyur sebagai Corrosion & Integrity Supervisor, sambil tetap menjaga keseimbangan antara keberhasilan dalam karier dan keluarga.

Terinspirasi dari tema Hari Perempuan Internasional tahun ini, #GiveToGain, kami mengajak Ayu berbagi cerita dan wawasan dari perjalanan kariernya untuk membantu perempuan lulusan bidang STEM generasi berikutnya menemukan jalan mereka menuju kesuksesan.

Ratih Ayu Novitasari, Supervisor Korosi & Integritas

Mengapa Anda memilih karier di bidang STEM?

Orang tua saya sama-sama bekerja di industri minyak dan gas, tapi perjalanan saya belum memiliki arah yang jelas. Saya sempat mencoba berbagai bidang sebelum akhirnya menekuni bidang teknik, dan sejak saat itu semuanya terasa cocok.

Saya memang suka mempelajari cara kerja sesuatu, menyelesaikan permasalahan yang riil, dan melihat dampak dari apa yang saya kerjakan. Rasa ingin tahu, ditambah keinginan untuk melakukan sesuatu yang bermakna, akhirnya membawa saya ke industri energi.


Apa momen paling berkesan selama berkarier di ExxonMobil?

Salah satu hal yang paling berkesan adalah berkembang dari seorang insinyur baru (yang, jujur saja, bahkan tidak tahu apa itu "korosi") menjadi seseorang yang dipercaya untuk membantu menjaga aset tetap aman dan andal. Korosi mungkin terdengar sebagai bidang yang spesifik, tapi ternyata tanggung jawabnya sangat besar. Keputusan yang diambil dalam posisi ini dapat mencegah kegagalan yang berdampak pada keselamatan, biaya, serta operasional.

Saya juga menikmati perjalanan membangun kepercayaan diri sebagai perempuan di dunia teknik. Seiring waktu, saya belajar untuk percaya pada informasi yang saya tahu dan berani menyampaikan pendapat meski awalnya tidak mudah, apalagi ketika saya menjadi satu-satunya perempuan di ruang rapat. Sekarang, memimpin tim terasa sangat berarti karena saya dapat memberdayakan orang lain seperti yang saya butuhkan dulu. Saya berharap hal ini dapat sedikit mempermudah perjalanan perempuan generasi berikutnya di bidang STEM.

Bisa ceritakan tentang penghargaan ASM Material Integrity yang Anda dapatkan di 2022?

Program Advanced Skill Milestone (ASM) dibuat untuk menghargai perkembangan dan kontribusi karyawan ExxonMobil. Penghargaan ini menjadi pengingat bagi saya akan alasan saya mencintai profesi ini. Prosesnya tidak instan, dan faktor utama yang paling membantu adalah mempertahankan pola pikir untuk "tidak berhenti belajar".

Saya berusaha untuk terus belajar dan memahami alasan di balik setiap situasi. Saya juga terbuka dengan atasan tentang keterampilan yang perlu saya kembangkan agar bisa terus berkembang. Saya juga mendapatkan banyak manfaat dari kolaborasi dengan rekan global, meminta masukan, belajar dari pengalaman mereka, dan menerapkan praktik terbaik yang membuat cara saya menjadi lebih baik.

Apa saja tantangan dalam menjalankan peran sebagai ibu sekaligus profesional?

Beralih dari satu peran ke peran lain tidak selalu mudah. Di satu momen, saya harus menangani masalah korosi, tapi di momen berikutnya, saya harus membantu anak mengerjakan PR. Ada kalanya terasa sulit untuk memberikan perhatian penuh kepada keduanya, tapi saya menyadari bahwa hal tersebut merupakan hal yang wajar.

Rasa bersalah sebagai seorang ibu juga pasti ada. Saat saya bekerja hingga larut, saya merasa bersalah karena tidak berada di rumah. Namun, saat sedang bersama anak, terkadang saya masih memikirkan pekerjaan yang belum selesai. Seiring berjalannya waktu, saya memahami bahwa seimbang tidak harus sempurna, tapi cukup berusaha untuk terus melakukan yang terbaik.

Yang terpenting, kita perlu melepaskan keinginan untuk sempurna dan jujur kepada rekan kerja serta keluarga tentang komitmen yang sedang kita jalani.

Yang paling penting, jangan lupa meluangkan waktu untuk diri sendiri. Saya mulai berlari untuk menjernihkan pikiran, dan itu menjadi semacam "reset" bagi saya. Setiap ibu pasti butuh "me time" versinya sendiri.
Ayu berbagi sarannya bagi para ibu di bidang STEM.

Apa saran Anda untuk orang-orang yang ingin berkarier di bidang STEM?

Jangan pernah berhenti belajar. STEM adalah tentang keinginan untuk memahami cara kerja sesuatu serta kesediaan untuk terus belajar. Jangan khawatir jika belum bisa menjawab semua pertanyaan.

Pastikan Anda dikelilingi oleh orang yang membantu Anda berkembang. Saya tidak mungkin sampai di titik ini tanpa bantuan mentor dan rekan kerja yang telah membagikan ilmu mereka serta mendorong saya untuk berpikir dengan cara yang berbeda.

Dan terakhir, nikmati prosesnya. Karier di bidang STEM memiliki bentuk yang berbeda bagi setiap individu, tapi itulah yang membuatnya menarik.