selected item
2 min read
• May 30, 2024Skala, penyimpanan, dan keterampilan: Perbedaan CCS Indonesia
- Indonesia memiliki geologi yang tepat untuk menyimpan tangkapan emisi karbon secara permanen.
- Skala dan jejak kami di Asia Pasifik memungkinkan untuk berkolaborasi lintas negara.
- CCS dapat didukung dengan infrastruktur yang ada.
2 min read
• May 30, 2024Perkenalkan, Cindy Kaharmen:
Cindy memulai perjalanannya bersama ExxonMobil 17 tahun yang lalu. Selama kariernya, Cindy memperoleh pengetahuan yang luas tentang reservoir dan geologi sebelum meraih gelar MBA dan menggeluti dunia baru di bidang perencanaan komersial dan pengembangan.
Dalam perannya saat ini sebagai perencana pengembangan Solusi Rendah Karbon, ia memimpin upaya pembangunan desain dan konsep terbaik untuk proyek CCS mendatang.
Asia Pasifik akan beralih ke CCS sebagai salah satu solusi utama untuk membantu mengurangi emisi CO2 di berbagai negara. Salah satu negara berpeluang menjadi pusat CCS regional yang strategis adalah Indonesia.
Mengapa CCS Penting di Asia Pasifik dan Indonesia?
Mari kita tanyakan kepada Cindy.
“CCS bersifat unik karena Anda perlu kondisi geologis yang tepat untuk menyimpan karbon dari emisi yang ditangkap secara aman dan permanen. Tidak semua negara memilikinya. Indonesia memiliki kondisi geologis yang tepat, pengalaman puluhan tahun dalam minyak dan gas serta banyak data historis.”
CCS bekerja dengan menangkap emisi CO2 dari aktivitas industri, terutama dari sektor penghasil emisi tinggi seperti pembangkit listrik, pabrik semen, dan pabrik baja. CO2 dihilangkan di sumbernya, dikompresi, lalu dipindahkan ke penyimpanan secara aman, terjamin, dan permanen di formasi geologi bawah tanah.
Mendukung infrastruktur yang ada
Kemampuan untuk bekerja dengan infrastruktur yang ada di Indonesia – daripada harus menciptakan sistem yang sepenuhnya baru – juga memainkan peran penting.
“CCS sangat luar biasa karena dapat berjalan beriringan dengan infrastruktur dan industri yang sudah ada. Proses penangkapan, pengangkutan, dan penyimpanan ini akan diterapkan ke bagian akhir ekosistem yang berjalan saat ini. Oleh sebab itu, Anda tidak perlu mengulang dari nol,” kata Cindy. “Cukup tambahkan CCS ke ekosistem yang ada saat ini dan terus maju.”

Solusi Rendah Karbon di Asia Pasifik
Menurut Cindy, kita berpeluang mewujudkan CCS di Asia Pasifik dengan pengetahuan kita tentang geologi dan molekul, serta skala dan kemampuan yang memadai untuk menghubungkan titik-titik antarnegara.
“Memahami apa yang terjadi di bawah tanah adalah satu hal, tetapi yang membuat ExxonMobil istimewa di Asia Pasifik adalah kami memiliki kehadiran yang signifikan di negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Australia, dan Singapura. Kami telah menanamkan kebijakan selama puluhan tahun di wilayah tersebut. Kami telah berkembang dengan kebijakan dan regulasi lokal. Semua itu tidak mudah untuk direplikasi.”
“Kami juga telah menjadi perusahaan skala besar, dan ini adalah keunggulan kompetitif dari ExxonMobil. Mendirikan dan mengoperasikan bisnis lintas negara besar seperti CCS membutuhkan pengalaman global dan manajemen proyek yang hebat. Kami memiliki rekam jejak fantastis dalam keduanya.”
Kami berperan dalam mendukung solusi rendah karbon di seluruh dunia, temasuk CCS. Kami berencana untuk menginvestasikan lebih dari $20 miliar ke dalam inisiatif pengurangan emisi gas rumah kaca pada tahun 2022-2027.
