Dalam artikel ini
Hulu

Fasilitas Penyimpanan dan Alir-Muat Terapung (FSO) Gagak Rimang di Jawa Timur, Indonesia.
Blok Cepu
Kontrak Bagi Hasil (PSC) Blok Cepu ditandatangani pada tahun 2005 oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), PT Pertamina EP Cepu, dan empat perusahaan pemerintah daerah. EMCL bertugas sebagai operator untuk blok Cepu di Jawa Timur. Bersama mitra dan dukungan pemerintah, kami membantu memperkuat ketahanan energi Indonesia dengan menyumbang sekitar 25 persen dari produksi minyak mentah nasional.
Secara kumulatif kami telah menghasilkan lebih dari 650 juta barel minyak mentah melalui operasi produksi yang aman, andal, dan efisien.
Banyu Urip Infill Clastic (BUIC)
BUIC merupakan kampanye pengeboran terbaru di Lapangan Banyu Urip yang menambahkan tujuh sumur baru, setelah terakhir dilakukan pengeboran pada tahun 2016. Pengeboran dimulai pada April 2024 dan selesai pada Juni 2025, 10 bulan lebih cepat dari jadwal.
Proyek ini dijalankan oleh 99% tenaga kerja Indonesia dan menggunakan rig side-saddle hasil desain dan produksi dalam negeri, mencerminkan kapabilitas serta inovasi nasional yang kuat. BUIC diperkirakan akan meningkatkan produksi hingga 30.000 barel per hari, semakin memperkuat kontribusi Blok Cepu yang saat ini memproduksi lebih dari 25 persen minyak mentah nasional.

Lapangan Banyu Urip
Proyek Banyu Urip merupakan pengembangan pertama di dalam wilayah kerja Blok Cepu yang mencakup pengembangan lapangan minyak Banyu Urip, dan pada April 2001 diumumkan penemuan cadangan minyak mentah diperkirakan sebanyak 450 juta barel pada April 2001. Saat ini, kinerja reservoir sangat baik dan berdasarkan evaluasi teknis, Cadangan minyak mentah lapangan Banyu Urip telah meningkat lebih dari dua kali lipat, dari 450 juta barel menjadi 1 miliar barel.
Secara historis, kami memulai produksi awal lapangan Banyu Urip pada Desember 2008 melalui Fasilitas Produksi Awal (EPF). Pada Agustus 2009, kapasitas EPF adalah 20.000 barel minyak per hari. Berkat inovasi dan keunggulan manajemen proyek, produksi meningkat menjadi lebih dari 80.000 barel per hari saat dimulainya full field start-up pada tahun 2015.

Lapangan Kedung Keris
Untuk mendukung produksi lapangan Banyu Urip, EMCL telah menemukan lapangan minyak Kedung Keris pada tahun 2011 yang mulai berproduksi pada akhir tahun 2019, maju dari rencana semula. Lapangan ini berjarak sekitar 15 km dari lapangan Banyu Urip. Berdasarkan rencana pengembangan (POD), lapangan Kedung Keris dapat menambah sekitar 20 juta barel cadangan minyak dengan kapasitas produksi hingga 10.000 barel per hari.
Solusi Produk

Pelumas
Memulai kegiatannya pada tahun 2003, PT EMLI memasarkan pelumas berkinerja tinggi dengan merek Mobil™. PT EMLI mengalami pertumbuhan yang signifikan ketika ExxonMobil mengakuisisi PT Federal Karyatama (FKT) pada tahun 2018. PT FKT adalah produsen pelumas dengan merek Federal Oil™ dan memiliki pabrik pencampuran dengan kapasitas luar biasa hingga 700.000 barel per tahun di Cilegon, Banten.

Bahan bakar
PT EMLI berhasil memasuki pasar bahan bakar untuk pelanggan industri dan komersial pada tahun 2016 dengan fokus pada penjualan bahan bakar non-subsidi. Hingga saat ini, lebih dari 2.000 stasiun bahan bakar skala kecil Mobil™ POM Mikro tersebar di seluruh Jawa. PT EMLI juga telah menyelesaikan pengembangan terminal stasiun bahan bakar minyak di Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan kapasitas bahan bakar 100 juta liter, bekerja sama dengan PT Karingau Gapura Terminal Energi.
ExxonMobil di Indonesia
Jelajahi Lebih Lanjut

Info Terkini

Pemberdayaan Masyarakat

Mendukung masa depan Indonesia yang lebih rendah karbon
2 min read
