2 min read
• Sept. 11, 2025Kotoran sapi disulap jadi sumber energi di rumah
- Kami bekerja sama dengan masyarakat untuk menghadirkan akses energi lewat solusi inovatif.
- Biogas adalah bahan bakar rendah emisi.
- Di Indonesia, kami membantu menciptakan proyek biogas yang memanfaatkan kotoran sapi.
2 min read
• Sept. 11, 2025Navigasi ke
Bisakah bisnis katering berjalan berkat kotoran sapi?
Kenalkan Endang, seorang ibu dari Desa Gayam, Jawa Timur, Indonesia. Dengan bantuan dari kami dan memanfaatkan kotoran sapi, Endang sukses membangun bisnis katering keluarganya.
Semuanya berawal dari kerja sama dengan Yayasan Trukajaya, sebuah LSM yang fokus membangun masyarakat. Saat itu, kami melihat banyaknya populasi sapi di wilayah ini sebagai peluang untuk sumber biogas rumah tangga. Banyak sapi berarti banyak pula kotorannya, sehingga menjamin ketersediaan bahan utama biogas.
Untuk bisa memanfaatkan digester biogas dan mendapatkan gas yang disalurkan ke rumah masing-masing, warga Gayam hanya perlu memiliki minimal dua ekor sapi dan kandang dengan lantai semen. Syarat ini penting agar sistem biogas tidak tercemar kotoran, pasir, atau sisa pakan hewan.
Endang yang sudah menjalankan bisnis katering melihat peluang besar dari sini.
Ia sudah memiliki dua sapi, dan yang ia butuhkan hanyalah pasokan gas murah untuk memasak. Sebelumnya, Endang harus mengeluarkan hampir 20% dari pendapatan bersihnya hanya untuk membeli gas demi memasak kue kukus, bolu, dan lemper yang ia jual untuk pesta pernikahan maupun acara lainnya. Dengan beralih ke biogas, semua jadi lebih hemat.
Proses pemasangan sistem ini memang tidak mudah, bahkan bisa dibilang kurang menyenangkan. Kotoran sapi harus dicampur dengan air lalu diaduk di tangki pencampur, sebelum dialirkan melalui pipa ke kolam penampung untuk difermentasi. Dari fermentasi inilah gas tercipta, kemudian ditampung dan disalurkan untuk digunakan.

Cara kerja digester biogas
Setelah tersambung ke tangki fermentasi, Endang bisa mengakses biogas kapan saja. Ia mendapat listrik dan gas untuk memasak 24 jam penuh. Bisnisnya pun semakin untung karena tak perlu lagi membeli tabung gas terus-menerus. Bahkan, digester biogas membuka sumber pendapatan baru bagi keluarganya, karena limbah padat dari tangki fermentasi bisa dijual sebagai pupuk.
Keberhasilan Endang mendorong warga lain ikut memasang biogas di rumah mereka. Tak lama kemudian, dari yang awalnya hanya 4 keluarga, jumlahnya melonjak menjadi 187 orang yang sudah merasakan manfaat energi ini.
Kami mendukung warga di desa tempat tinggal Endang dan banyak daerah lain agar bisa mandiri mendapatkan energi yang lebih terjangkau dan aman, sekaligus membuka jalan menuju masa depan yang lebih berdaya.

ExxonMobil di Indonesia
Jelajahi lebih lanjut

Solusi "dan" Indonesia untuk transisi energi
2 min read
• 20 Aug., 2026
Seimbang tidak harus sempurna: Ayu, insinyur ExxonMobil , berbagi tips untuk para ibu terkait STEM
4 min read
• 20 Aug., 2026
Dari ruang kelas ke dunia kerja: mendukung generasi muda Indonesia di bidang STEM
3 min read
• 20 Aug., 2026
Dua puluh tahun mendukung resiliensi energi Indonesia
2 min read
• 19 Aug., 2026
Mengoptimalkan potensi, memperkuat masa depan energi Indonesia

Cara kami menjadi mitra pertumbuhan bagi komunitas di Indonesia
4 min read
• 30 April, 2026