3 min read
• March 5, 2024Dunia yang tak pernah tidur: Perspektif Carole Gall terkait energi, perempuan, dan Indonesia
“Dunia saat ini menghadapi tantangan yang kian kompleks. Untuk menemukan solusi, kita perlu memberdayakan talenta terbaik yang ada," ujar Carole Gall, Presiden ExxonMobil di Indonesia.
3 min read
• March 5, 2024“Ini berarti kita harus melibatkan perempuan dalam jajaran SDM kita. Tidak hanya sebagai representasi dari sebagian populasi masyarakat, tetapi juga sebagai bentuk inklusivitas—karena keberagaman melahirkan solusi yang lebih efektif.”
Persentase perempuan yang bekerja di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) di Indonesia hanya 30%, menurut data UNESCO Institute of Statistics. Meski sudah ada kemajuan, Carole tidak memungkiri bahwa hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran akan peluang berkarier di bidang STEM.
“Selama hampir 30 tahun karier saya, sudah ada kemajuan positif terkait keberagaman tenaga kerja. Buktinya bisa kita lihat sendiri dari beberapa pemimpin perempuan yang hebat di perusahaan-perusahaan energi di Indonesia saat ini. Namun, tentu ini bisa ditingkatkan lagi, terutama dalam menyampaikan daya tarik STEM dan berbagai pilihan karier yang terbuka di bidang ini,” ujar Carole.
Mengapa STEM penting?
“Teknologi, teknik, dan sains adalah pilar penting bagi evolusi masyarakat. Mereka membantu kita meningkatkan kualitas hidup dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Berkarier di disiplin ilmu STEM memberi kesempatan untuk membuat perubahan,” ujar Carole.
Industri energi merupakan gambaran ideal akan pentingnya STEM. Di ExxonMobil Indonesia, para ilmuwan tekun bekerja setiap harinya, tidak hanya menyediakan energi untuk meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga mendorong inisiatif untuk mengatasi perubahan iklim.
ExxonMobil menyadari pentingnya mendorong lebih banyak perempuan untuk berkarier di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Itulah mengapa ExxonMobil melaksanakan program-program terkait, baik di Indonesia maupun secara global.
“Keberagaman dan inklusi merupakan dua aspek penting bagi ExxonMobil—tidak hanya terbatas pada gender, tetapi juga mencakup latar belakang, kebangsaan, dan ras,” ujar Carole.
“Keberagaman dan inklusi dapat melahirkan hasil yang lebih baik. Kedua aspek ini membuka cakrawala kita dan menghadirkan pendekatan berbeda dalam memecahkan masalah.
“Di ExxonMobil Indonesia, kami memiliki beberapa program yang bertujuan untuk menyebarkan informasi dan mendorong partisipasi perempuan dalam disiplin ilmu STEM,” ujar Carole.

Karier yang beragam di masa mendatang
Pendidikan di bidang STEM merupakan gerbang menuju beragam pilihan karier—insinyur, ilmuwan, akademisi—di beragam industri seperti energi, ilmu penerbangan, komputasi, lingkungan, otomotif, dan masih banyak lagi. Ciri khas pekerjaan-pekerjaan ini adalah kemampuan untuk memanfaatkan pengetahuan dalam mencari solusi yang dibutuhkan masyarakat yang terus berkembang.
Kita bisa melihat implementasinya di ExxonMobil. Di awal kariernya, para ahli geologi mungkin bekerja untuk mencari sumber migas di bawah permukaan tanah. Namun, seiring dengan berubahnya kebutuhan masyarakat dan kebutuhan akan solusi transisi energi, para ahli geologi ini kini dapat mengaplikasikan ilmunya untuk menemukan lokasi bawah tanah terbaik guna menangkap dan menyimpan emisi di hub penangkapan dan penyimpanan karbon.
“ExxonMobil merupakan salah satu perusahaan energi paling sukses secara global selama beberapa dekade,” ujar Carole.
“Dengan reputasi tersebut, kami berhasil mengumpulkan portofolio yang mengagumkan, keahlian dan ilmu yang mumpuni, serta riset dan perkembangan yang berdampak signifikan. Kini, kami hendak memanfaatkan hasil kerja keras yang telah dibangun selama bertahun-tahun untuk inisiatif transisi energi.
“Dari perspektif karier, ini artinya para insinyur dan ilmuwan kami akan berhadapan dengan beragam situasi dan tugas yang menantang sepanjang karier mereka. ”
Dengan meningkatnya fokus pada inisiatif transisi energi dan upaya berkelanjutan dalam menyediakan energi yang andal dan terjangkau di Indonesia, ini adalah masa-masa yang tepat bagi STEM untuk bersinar. “Lebih dari sebelumnya, kita membutuhkan talenta terbaik untuk menemukan dan menciptakan solusi yang diperlukan agar masyarakat dapat berkembang. Perempuan perlu hadir dalam jajaran SDM kita untuk mewujudkan kumpulan talenta ‘terbaik’”.
Ruang Berita
Jelajahi Lebih Lanjut

Skala, penyimpanan, dan keterampilan: Perbedaan CCS Indonesia
2 min read
• 30 May, 2024
Seperti apa hub CCS di Indonesia
2 min read
• 13 May, 2024
Menyingkap potensi CCS Asia Pasifik
4 min read
• 2 May, 2024